Puisi tentang Mencintai Diri Sendiri, Foto/Unsplash/Jackson David Puisi tentang Mencintai Diri Sendiri Puisi tentang Mencintai Diri Sendiri, Foto/Unsplash/Jackson DavidKenalanlah dengan diri sendiriSupaya diri ini paham tentang diri sendiriTak susah mengenal diri, sebab petanya ada di hatiMeski mulut ingkar, Hati tak bisa berbohong ketika ditanyaSetelah kenal dengan diri, akrablah dengan diriKenali lebih dalam dengan bermuhasabahSebab dengan itu banyak kecacatan akan nampakBasuh diri dengan lantunan ayat suci, pahami maknanyaItu bisa mengarahkan diri dan mengobati diriJika banyak luka, banyak asa, banyak angan pada diriCobalah untuk berdamai dengan diri sendiriJangan sampai menyesatkan diri hingga menenggelamkan diri sendiriKawan, ingatlah bahwa diri sendiri amatlah penting untuk dikenali, disayangi dan dikoreksiMenyoal tentang cinta maka tak habis satu dua tiga perkaraSebab cinta itu luas, lebih luas dari benua benuaOrang-orang bercinta, dicintai dan mencintaiMereka membalut sendi kehidupan dengan cintaDalil dalil cinta pun bertebaran, seolah membenarkan rasaPadahal cinta dan napsu kadang bedanya hanya setipis sehelai rambutAku cinta kamu, kamu pasti cinta, cinta ini cinta itu cinta cintaCinta jadi raja, raja jadi cinta, cinta pun merajaiCinta ada dimana mana, dimana mana ada cintaCinta untuk siapa saja, siapa saja bisa mencintaSemua orang pandai bercinta, tapi abai dengan cintaBodoh karena cinta, lupa diri karena cinta, jadi budaknya cintaWahai para manusia pencinta cinta, cintailah dirimu sendiri terlebih dahuluSayangi dirimu sebelum cinta dan sayangmu kau tuangkan ke sembarang tempatJangan serba cinta tapi sebenarnya tanpa cintaJangan bilang cinta, jika belum mencitai diri sendiriMalam ini,Kutatap lagi cermin usang itu,Berkaca, tajamkan mata,Perlahan hati berbisik padanya,Tentang apa yang kupunya,Dan yang selalu jadi adalah aku,Bukan dia, bukan pula mereka,Bukan sepercik harap yang menyembah,Bukan segelintir asa yang tergantung,Bukan pula angan yang adalah aku,Seorang manusia yang sadar,Akan kurang dan lebih,Akan keluh dan sukur,Tentang segala yang terjadi,Tanpa berontak di Mencintai diriku sendiri,Dengan jati yang kupunya,Dengan harapan dan perjuangan,Tentang gapai dan hampa,Memberanikan diri untuk,Melangkah di atas kopi terjepit,Disela-sela telunjuk kiri,Kala mereka saling berhimpit,Berkobar glamor dan gitar lapuk,Dengan bunyi nada nyaring,Kuhantarkan diri ke dalam tenang,Bersama lantunan senar diriku,Dia dan mereka,Jangan paksakan aku seauai,Jangan tuntut aku tidak, aku tetaplah diri sendiri,Tak perlu menjadi orang lain,Mencari jati sendiri,Mengikuti arah yang meronta,Lalu-lalang di pelupuk mata,Aku mencintai diriku sepenuhnya,Tanpa mendengar ocehan bukanlah mereka,Bukan orang yang sibuk,Akan kemilau dunia yang menipu,Bukan orang yang hanyut,Akan pesona sensasi penuh tak ingin seperti mereka,Yang melalaikan hal wajib demi ego,Mengorbankan kodrat demi pengakuan,Entah apa tujuan dan maksud,Namun mereka berlomba tetaplah disini,Menjalani sisa hidup yang ada,Menikmati hari-hari sederhana,Apa adanya tanpa tuntutan ego,Dan permainan ciamik menjadi diri sendiri,Mensyukuri yang kupunya,Memperbaiki kekurangan di jiwa,Melupakan cakap dan cibiran mereka.
Terkadangbanyak dari kita yang merasa kurang mencintai diri sendiri. Hal ini terkadang terjadi karena beberapa faktor yang dapat berasal dari beberapa hal atau kejadian yang terjadi atau sedang kita alami dalam kehidupan. Mulai gunakan waktumu untuk mencaritau tentang apa yang dirimu sukai, yakini, hargai, dan inginkan. 3. Berhenti Ketika tangan menengadah Bibir menumpahkan segala gundah Dalam situasi yang tak mudah Hati mencoba untuk tetap tabah Adakah mereka di luar sana Menyadari impianmu nyaris sirna? Ataukah mereka hanya mencerna Bagian dirimu yang terlihat sempurna? Mereka hanya mendengar tawamu Tak mendengar ratapanmu Mereka hanya melihat senyumanmu Tak melihat tangisanmu Kala semua menggantung harap padamu Kala semua selalu meminta pedulimu Adakah kau sadari sesuatu Apakah mereka juga peduli padamu? Kau mungkin rela seperti lilin yang terbakar Meleleh demi menjadi penerang sekitar Tetapi apakah hati mereka selalu tergetar Saat kau meminta pertolongan walau sekadar? Bukan salah selalu menjadi baik Bukan keliru tak mengharap imbal balik Tetapi ketika kau sampai pada satu titik Kau akan terusik oleh pikiran yang menggelitik Entah cepat atau lambat Kau nyaris merasa sangat tersesat Dalam jalanan yang gelap pekat Akan kau buat keputusan berat Jika mereka adalah benalu Maka sayangi dirimu dahulu Jangan abaikan sikap yang menjadi terlalu Sebab hidupmu bukan tentang orang lain melulu Beri cinta pada dirimu Beri sayang pada hatimu Luaskan pandangan batinmu Sadarkan peduli di sekelilingmu Tak harus diliputi rasa salah dan gelisah Tak perlu langkahmu membuat resah Mencintai dirimu sendiri adalah sesuatu yang sah Walau membuat beberapa memilih berpisah Mungkin akan hadir kecewa Dari mereka yang hanya ingin tertawa Dan yang tak pernah mau terbawa Dalam bagian hidupmu yang luka Tak mengapa walau sakit awalnya Tak mengapa ada yang pergi dengan jumawa Bagai sebuah proses seleksi alam semesta Tertinggal yang baik bagimu di akhirnya Kembalilah pada jati dirimu Hilangkan semua tampilan semu Sadarilah akan berharganya dirimu Bersyukurlah pada Penciptamu Borneo, Juli 2021